Kumpulan Informasi Misteri Dan Sejarah

Rabu, 10 Februari 2021

Misteri Umur Panjang Orang Tua Jaman Dulu

MISTERI PANJANG UMUR ORANG TUA JAMAN DAHULU

Kita sering mendengar pendapat bahwa orang jaman modern sekarang ini banyak terkena penyakit aneh-aneh yang tidak ada di jaman dulu. secara tidak langsung beberapa pihak menyalahkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menyediakan kebiasaan makan modern. bahkan sampai ada yang menyalahkan dokter karena dianggap mengada-ada soal diagnosa penyakit. tetapi tahukah anda bahwa hal tersebut sebenarnya keliru?

Beragam informasi kesehatan yang beredar selama ini menyajikan pemikiran bahwa manusia modern terkena berbagai macam penyakit karena jarang berolahraga, makan tidak sehat, terlalu banyak bahan pengawet dan terpapar oleh zat-zat kimia. mereka pada dasarnya coba membandingkan kebiasaan manusia modern dengan manusia jaman dulu yang mereka percaya lebih sehat.

Karena menurut orang tua kita sering ditanamkan pengetahuan kalau "orang jaman dulu umurnya panjang-panjang dan jarang sakit aneh-aneh". sedangkan orang modern malah sering terkena penyakit mematikan yang tidak bisa disembuhkan. seperti berbagai macam kanker, tumor, jantung koroner, dsb-nya.
asian elder
Mitos orang tua jaman dulu sehat-sehat turut dipopulerkan oleh film silat

Anggapan seperti di atas diterima secara luas selama bertahun-tahun. sampai beberapa tahun yang lalu para peneliti berkesempatan melakukan CT Scan terbaru pada mumi-mumi mesir yang sudah meninggal ribuan tahun lalu. mereka mendapatkan hal yang membuat dokter modern geleng-geleng kepala.

Pada mumi-mumi mesir tersebut terdapat tanda-tanda jelas yang dikenali oleh dokter forensik modern sebagai tanda -tanda penderita pengapuran pembuluh darah alias penyakit jantung koroner. padahal jelas mereka tidak makan Mcd*na*d, atau K*C. tidak juga makan makanan kaleng atau mie instant.

Mereka juga punya kebiasaan hidup yang jauh berbeda dari kita. semua serba manual, tidak ada yang wireless. tidak bisa duduk malas di sofa sambil pencet-pencet remot TV nonton film drama, main game online atau sibuk chatting dengan gadget masing-masing. tapi nyatanya mereka tetap terserang oleh penyakit yang sama dengan yang diderita oleh manusia modern.

Senin, 25 Januari 2021

Misteri Ketajaman Pedang Samurai Katana

Misteri Ketajaman Pedang Katana Samurai

Seringkali terjadi kesalahpahaman mengenai ketajaman pedang Katana yang dibuat oleh bangsa Jepang. hal ini terjadi karena propaganda era perang dunia 2 yang tersebar melalui gosip dari mulut ke mulut kemudian lestari dalam cerita, novel, film, game dan media lainnya. "pedang samurai" selalu diperlihatkan sebagai sebuah senjata tajam berkualitas tinggi yang memiliki ketajaman super sehingga mampu membelah berbagai macam benda dengan mudah.

Jangankan sekedar memotong pedang ataupun baju pelindung (armor), banyak yang mempercayai bahwa laras senjata mesin yang terbuat dari baja sekalipun bisa dipotong oleh pedang samurai ini. tentu klaim-klaim semacam ini tidak lebih daripada gosip, imajinasi pengarang atau mitos sesat saja. kenyataannya Katana sebagai sebilah senjata tajam yang terbuat dari logam tetap memiliki batasan dan kelemahan yang sama dengan produk logam lainnya.
bagian pedang katana
Bagian-bagian dari Katana serta beberapa teknik konstruksi laminasi

Seperti halnya pedang yang dibuat oleh peradaban lainnya, Katana memiliki sifat, karakteristik dan kelemahan yang relatif sama. seperti pantangan untuk menghantam objek keras seperti helm, armor atau pedang lainnya dengan sekuat tenaga agar tidak merusak mata potong dan bilah itu sendiri. khusus Katana bahkan terhadap objek "lunak" sekalipun (misal sebatang bambu latihan) pantang digunakan secara sembarangan dengan sekuat tenaga.

Disebutkan bahwa Katana digunakan dengan teknik ayunan seperti gerakan pemancing yang melemparkan mata kail dengan joran. tenaganya harus terkontrol dengan baik, tidak penuh tenaga. alias tidak digunakan seperti halnya memotong kayu dengan golok atau kapak. karena apabila digunakan dengan sembrono Katana justru lebih rawan rusak daripada pedang buatan eropa atau bangsa lainnya.

Menguatkan hal ini ada dokumen dari era peperangan besar di Jepang era yang dikenal sebagai sengoku jidai yang menyebutkan berbagai jenis kerusakan pada Katana dan Tachi, jenis pedang lain yang lebih tua. macam kerusakan dimulai dari bilah yang disebutkan gompal, bengkok, patah sampai dengan yang dituliskan hancur berkeping-keping.

Sebenarnya sebagai sebuah senjata, Katana lebih banyak menuntut dalam artian membutuhkan keahlian tinggi penggunanya agar dapat digunakan dengan "aman". pengguna yang kurang terlatih bisa dengan mudah merusak pedangnya sendiri karena material baja dalam Katana tidak sebaik yang dimiliki oleh peradaban lainnya. kelemahan baja Katana ini bersumber dari rendahnya kualitas bahan baku besi yang ada di kepulauan Jepang.
tamahagane
Bongkahan baja Tamahagane, bahan baku pedang Katana tradisional

Kepulauan Jepang hanya memiliki pasir besi yang kemurniannya sangat bervariasi. pasir tersebut dimurnikan menjadi bongkahan baja tamahagane yang mewarisi masalah kemurnian beserta kandungan karbon yang tidak seragam. hal ini menyulitkan produksi pedang karena tiap bongkahan baja memiliki sifat yang berbeda. ada yang lunak dan bersifat lebih fleksibel seperti per daun, ada yang kekerasannya cukup, ada pula yang begitu keras (brittle) sehingga mudah pecah.

Metode pemurnian pasir besi yang mereka miliki juga tergolong tidak efisien karena hanya bisa menghasilkan beberapa persen baja berkualitas baik dari seluruh bahan baku yang digunakan. dari 1 ton pasir besi hanya beberapa Kg tamahagane yang bisa didapatkan. sebuah proses yang memakan waktu berhari-hari dengan hasil yang tidak seberapa. karena itu prosesnya diisi dengan upacara ritual agar memaksimalkan peruntungan dan nasib baik.

Pengolahan baja semacam ini sudah ditinggalkan oleh peradaban lainnya berabad-abad sebelumnya karena ketersediaan bahan baku dan teknik pengolahan logam yang lebih baik. di Jepang karena sulitnya mengimpor bahan baku besi dari luar maka teknik pengolahan tradisional tetap bertahan. hal ini membuat para pengrajin pedang di Jepang terpaksa menyempurnakan teknik yang ada untuk mengakali buruknya bahan baku yang mereka miliki.
traditional steel forging
Keahlian pandai besi tradisional yang masih dilestarikan untuk keperluan study & pariwisata

Tidak menyerah dengan hambatan yang ada, para ahli pedang menyempurnakan teknik multiple folding dan laminasi untuk memaksimalkan bahan baku yang ada. multiple folding dilakukan untuk membuang ketidakmurnian dan menyamakan kekerasan dari bilah yang sedang dikerjakan. sedangkan laminasi bertujuan untuk membuat struktur bilah yang ideal dengan menggunakan kombinasi logam lunak, sedang dan keras.

Baja yang bersifat keras digunakan untuk bagian edge atau mata pisau. semakin keras maka ketahanan atau retensi ketajaman dari mata pisaunya semakin awet. kekurangannya adalah mudah pecah karena brittle atau "garing". karena itu logam yang lebih lunak digunakan sebagai tubuh atau tulang. baja lunak mampu memberikan fleksibilitas seperti per yang mampu menerima benturan sehingga menjaga bilah pedang agar tidak patah.

Dengan teknik laminasi mata pisau bisa saja gompal ketika dihantam dengan keras tetapi pedangnya tidak akan patah dan tetap bisa digunakan. penyatuan baja yang berbeda kekerasan ini memiliki beberapa kombinasi. semakin rumit tentu prosesnya semakin sulit dan membutuhkan keahlian yang lebih tinggi sehingga menjadi langka dan mahal. kebanyakan Samurai hanya menggunakan satu laminasi (Kobuse) atau dua (Honsanmai) karena alasan ekonomi.
laminasi katana
Berbagai jenis laminasi yang mampu dibuat oleh pandai besi Jepang

Katana premium dengan laminasi yang lebih rumit kualitasnya bisa berkali lipat lebih baik daripada yang hanya dua laminasi tetapi harganya luar biasa mahal dan sudah dianggap barang mewah. lebih mirip benda seni atau harta warisan keluarga sehingga tidak diperlakukan  seperti senjata pada umumnya. Katana berkualitas seperti ini hanya dimiliki oleh kaum bangsawan tinggi dan karenanya jarang digunakan secara langsung dalam medan pertempuran.

Bagaimana performa Katana dengan 2 laminasi?

Kemampuan Katana yang dibuat dengan dua laminasi (honsanmai) sudah dianggap menyamai pedang dan persenjataan buatan eropa yang menggunakan biji besi dan teknik pengolahan yang lebih baik. hanya saja apabila bangsa lain bisa memproduksi dalam jumlah besar, pandai besi Jepang dengan teknik multiple folding dan laminasi hanya bisa memproduksi dalam jumlah yang lebih sedikit dengan ongkos per bilah yang jauh lebih mahal.

Soal kekerasan sebagaimana benda tajam lainnya yang terbuat dari besi logam sebuah Katana lumrah bengkok, gompal atau rusak apabila mengalami benturan keras. seperti halnya mata cangkul yang bisa gompal ketika menghantam batu atau bilah golok yang luka akibat menghantam kulit kayu yang keras, demikian juga Katana mengalami masalah yang relatif sama.

Karena itu Katana yang tajam sekalipun harus pandai memilih-milih sasaran. bagian dari lawan yang dilapisi oleh baju pelindung seperti dada dan bahu serta helm tidak akan diserang. apabila nekat maka bisa dipastikan bilah Katana akan menjadi rusak dan tidak bisa digunakan lagi sebagai senjata. kesalahan semacam ini biasanya dilakukan oleh pemula atau amatir yang tidak terlatih dalam teknik penggunaan Katana atau seni pedang.
samurai in field of battle
Samurai lumrah memulai perang dengan senjata lainnya seperti busur panah dan tombak

Bagi Samurai yang terlatih, yang menjadi sasaran adalah celah-celah bagian pelindung di sekitar leher, ketiak, paha serta bagian sendi / artikulasi lainnya. selain itu lengan juga menjadi sasaran karena memiliki lapisan pelindung yang minimal. sedangkan helm atau ketopong baja serta bagian lainnya yang terbuat dari bahan keras atau logam sebisa mungkin dihindari karena berisiko tinggi untuk merusak bilah pedang.

Di medan tempur seorang Samurai yang membawa Katana bagus sekalipun akan memilih tombak atau naginata sebagai senjata utama untuk memulai pertempuran. selain dari jangkauan dan kekuatan yang lebih baik hal ini juga menjaga Katana mereka aman untuk sementara waktu. karena pada fase awal pertempuran kondisinya demikian kacau sehingga sulit bagi mereka untuk menggunakan pedang dengan teknik yang seharusnya.

Salah-salah karena terlalu bersemangat tidak sengaja menghantam sisi pelindung armor lawan yang tebal sehingga Katana berkualitas baik pun bisa rusak. kalau sudah begitu bisa fatal akibatnya karena sang Samurai tiba-tiba tidak memiliki senjata yang seimbang untuk menghadapi lawannya padahal perang baru saja dimulai. karena itu pedang lebih banyak disimpan sebagai senjata cadangan dan hanya digunakan ketika benar-benar dibutuhkan.

Sabtu, 09 Januari 2021

Minggu, 27 Desember 2020

Misteri Stempel Pusaka Kerajaan Dinasti China

Misteri Stempel Pusaka Kerajaan Dinasti China

Pada banyak film dan kisah tentang dinasti china seringkali dibahas tentang Stempel Kerajaan yang menjadi rebutan bagi pihak-pihak yang bertikai. kesannya stempel tersebut begitu berharga bagi mereka sehingga apapun rela mereka korbankan demi mendapatkannya. padahal benda itu hanyalah stempel, bukan senjata ataupun objek rahasia. jelas sebuah stempel tidak akan memberikan kekuatan ataupun bantuan untuk memenangkan konflik atau perang.

Lantas mengapa jadi rebutan, ataukah semua hanyalah fiksi karangan belaka?
Qianlong Royal Seal
Stempel Kekaisaran pada era dinasti Qing milik Kaisar Qianlong

Dalam sejarah hanya ada 1 stempel spesifik yang menjadi rebutan. kisahnya dimulai 3000 tahun silam pada masa akhir Shang & Zhou, sebelum masa spring and autumn period ataupun warring states. ketika itu peradaban kompleks baru saja muncul, walaupun sudah mengenal hierarki penguasa dan rakyat tetapi dalam keseharian keduanya selalu bertemu karena perbedaan antara raja dan rakyat beluml besar. mereka lebih mirip kepala suku besar daripada raja.

Pada masa itu hidup seorang laki-laki bernama Bian He yang pada suatu hari menemukan sebuah batu alam spesial. ia percaya kalau di dalam batu alam tersebut terdapat batu permata. ia bawa dan tawarkan batu tersebut ke raja Chu (nama kerajaan, bukan nama raja) tetapi ahli sang raja berpendapat bahwa batu tersebut adalah batu biasa saja. dianggap berniat menipu sang raja akhirnya Bian He dipotong kaki kanannya.

Tidak lama berselang raja Chu mangkat dan digantikan oleh anaknya. Bian He yang sudah cacat menemui raja Chu yang baru naik takhta dan kembali menawarkan batu miliknya. naas kejadian yang sama kembali berulang. ahli kerajaan kembali melaporkan bahwa batu tersebut hanyalah batu biasa dan Bian He harus rela kehilangan sebelah kakinya lagi.

Minggu, 13 Desember 2020

Sabtu, 31 Oktober 2020

Misteri Robin Hood Yang Sebenarnya

Misteri Robon Hood
Sosok Robin Hood disebutkan hidup di Inggris pada masa pemerintahan raja Richard Lionheart. walaupun dikenal sebagai legenda atau cerita rakyat tetapi banyak pihak yang mengklaim bahwa Robin Hood bukan sekedar tokoh rekaan semata melainkan betulan ada dalam sejarah. disebut beberapa nama ada kemiripan dengannya juga ada sebuah makam yang dipercaya merupakan tempat peristirahatan terakhirnya. tetapi apakah semua klaim di atas benar adanya?

robin hood in film
Film Robin Hood Prince of Thieves laku keras dan membuatnya populer secara internasional

Melihat dari catatan sejarah, bukti tertua yang pertama kali menyebutkan nama Robin Hood (dengan sedikit perbedaan tulisan) hadir dalam bentuk lirik lagu (ballad) yang merupakan media hiburan populer pada abad pertengahan. dalam lirik lagu tersebut diceritakan tentang seorang tokoh pelanggar hukum yang banyak membuat onar dan berbagai kejahatan. anehnya nama tersebut tidak pernah muncul dalam sejarah resmi kerajaan seperti halnya kriminal besar di jamannya.

Sebaliknya ditemukan fakta sejarah bahwa nama robin hood sebenarnya merupakan bahasa slang atau sebutan bagi semua jenis penjahat yang tidak dikenal. entah pencuri, copet, rampok atau pembunuh sekalipun apabila tidak dikenal maka diberikan identitas robin hood kepadanya. asal sebutan Robin sendiri berasal dari Robbing yang berarti perampokan, sedangkan Hood, Hod atau Hoode berkonotasi dengan penyamaran atau kebohongan.

Mengapa sampai perlu repot-repot kasih nama Robin Hood kepada penjahat? untuk alasan praktis ketika ngisi berbagai laporan tentang tindak kriminal. misal ketika ada pencuri yang tertangkap dan tewas dihakimi massa, maka pihak berwajib akan mencatat, "seorang pria bernama Robin Hood, tewas ketika mencuri di tempat, tanggal, sekian-sekian."
tulisan kisah robin hood tertua
Salah satu tulisan mengenai sosok Robin Hood yang paling tua dalam sejarah Inggris

Nama yang sama juga akan digunakan pada kayu nisan dan buku kematian apabila diperlukan. pemberian nama ini murni sebagai identifikasi atau alat bantu pencatatan, sama seperti bagaimana di jaman modern kepolisian amerika menggunakan nama alias John Doe untuk semua jenazah yang ditemukan tanpa identitas. nama tersebut lumrah digunakan pada semua dokumen penyidikan sampai identitas korban berhasil ditemukan.

Balik lagi pada kisah ballad yang mempopulerkan sosok Robin Hood, pada awalnya ia diceritakan sebagai seorang perampok kejam yang tidak segan-segan membunuh anak kecil dalam aksinya. sangat berbeda dengan sosok pencuri baik hati yang kita kenal sekarang ini. kisah ini lambat laun berubah karena ketidaksukaan masyarakat terhadap petinggi kerajaan Inggris yang semakin lama semakin otoriter dan semena-mena.

Perubahan Robin Hood dari penjahat menjadi pahlawan secara spesifik disebabkan oleh kemunculan forest law (hukum perhutanan) yang merugikan bagi rakyat. hukum baru tersebut menyebutkan bahwa hutan di Inggris dan segala isinya adalah milik Kerajaan. sebagai konsekuensinya penduduk yang tinggal di sekitar hutan sekalipun sekarang tidak lagi diperbolehkan untuk berburu, mengambil buah liar bahkan mengambil kayu bakar sekalipun.
pemusik balad abad pertengahan
Pemusik Balad yang memainkan kisah-kisah seperti Robin Hood di bar, penginapan dan pusat keramaian

Pada masa sulit tersebut Robin Hood digambarkan sebagai sosok yang berani melawan hukum kerajaan, entah berburu, makan buah atau mengambil kayu bakar. ia menjadi populer karena perlawanannya begitu sehati dengan rakyat. tidak butuh waktu lama sebelum beragam versi lain tentang dirinya beredar luas di masyarakat. Robin Hood mulai dikisahkan bukan hanya mengambil hasil hutan tetapi juga merampok para pembesar yang kaya karena korupsi.

Tidak berhenti sampai di situ, kisah Robin Hood kemudian mulai ditambahkan elemen kebaikan, yakni membagi harta curiannya kepada orang miskin. hal ini membuat karakternya lebih kompleks daripada pembuat onar atau pencari keadilan belaka. sekarang ia adalah seorang pahlawan. kisahnya semakin komplit dengan kehadiran seorang tokoh wanita sebagai bumbu romantisme yang membuatnya semakin populer di berbagai kalangan tua dan muda.

Kisahnya tidak lekang dimakan jaman hingga hari ini. bahkan banyak fans beratnya yang mencoba mengaitkan sosok Robin Hood dengan pelaku sejarah betulan. hal ini sudah beberapa kali dilakukan tetapi hasilnya tidak konklusif. pada kebanyakan kasus tokoh-tokoh yang mereka ajukan sebagai Robin Hood ternyata memiliki catatan sejarah yang terlalu berbeda dengan kisah Robin Hood yang kita kenal sehingga klaimnya tidak meyakinkan.
raja richard lionheart bertemu dengan robin hood
Raja Richard meninggal dalam perjalanan pulang ke Inggris sehingga pertemuannya dengan Robin tidaklah nyata

Beberapa yang agak serius adalah usaha untuk mengaitkan Robin Hood dengan daftar nama anggota kerajaan yang ikut serta dalam rombongan raja Richard Lionheart ke tanah suci sesuai dengan kisahnya dalam legenda. pada catatan sejarah yang berkaitan memang ada beberapa tokoh yang namanya agak memiliki kesamaan lafal atau tulisan dengan Robin Hood, tetapi tetap saja kisah hidupnya banyak perbedaan atau hanya menawarkan sedikit kemiripan.

Sempat laris juga teori bahwa Robin Hood berasal dari golongan bangsawan yang menyamar dalam aksinya. memang ini adalah hal yang logis untuk melindungi keluarganya sehingga menggunakan nama alias ketika beraksi. tapi nyatanya beberapa tokoh yang diajukan sebagai Robin Hood yang asli pun setelah diperiksa lebih lanjut ternyata memiliki catatan peristiwa, tabiat dan perilaku yang tidak mirip dengan Robin Hood dalam legenda.

Misalnya apakah mungkin seorang tokoh yang tercatat beberapa kali melakukan penyiksaan terhadap rakyat kecil bisa dipercaya sebagai Robin Hood? sedangkan tokoh lainnya lagi diketahui pernah menaikkan pajak beberapa kali yang menyengsarakan rakyatnya sendiri. hal-hal di atas membuat banyak klaim mengenai sosok Robin Hood terkesan terlalu dipaksakan dan tidak logis.

Pada akhirnya seperti juga sosok King Arthur, karakter Robin Hood dipercaya oleh ahli sejarah sebagai sebuah kompilasi atau kumpulan berbagai kejadian dan tokoh sejarah yang berbeda. entah pelaku yang sejaman atau tidak, tokoh nyata atau fiksi, semuanya diceritakan sebagai satu tokoh bernama Robin Hood untuk keperluan medium cerita. bukan seorang yang nyata melainkan sebuah tokoh rekaan untuk tujuan narasi.
makam robin hood
Makam yang diklaim milik Robin Hood, ternyata kosong dan berasal dari jaman yang berbeda

Karenanya mau dicari sampai kapan pun tidak akan ketemu bukti fisiknya. seperti makam yang dipercaya milik Robin Hood ternyata berasal dari jaman yang berbeda. lebih parah lagi isinya kosong dan tidak terdapat adanya tanda-tanda geologis pernah dilakukan penggalian di sana. para ahli menyimpulkan bawah tanah tersebut tidak pernah diganggu baik digali ataupun digunakan untuk menyimpan apapun di dalam tanah.

Makam ini disinyalir dibangun oleh oknum abad pertengahan untuk mencari sensasi dan menarik kedatangan pengunjung atau peziarah ketempatnya. hal ini akan membawa aliran uang dalam bentuk donasi yang akan menghidupi kegiatan ekonomi di sekitarnya. kasus semacam ini dengan mengakui suatu makam berisi tokoh penting atau religus diketahui beberapa kali terjadi di eropa sehingga tidak mengherankan apabila terjadi juga di Inggris.

Semua hal di atas menunjukkan bahwa Robin Hood bukanlah seorang tokoh nyata. sayangnya masih ada pihak yang ngotot bahwa Robin Hood ataupun Arthur Pendragon betulan ada dan pernah hidup di dalam sejarah. padahal fiktif ataupun nyata sebenarnya tidak ada masalah, tidak akan banyak berpengaruh karena inti dari cerita atau pesan moral yang hendak disampaikan olehnya tetap tidak berkurang nilainya walaupun bukan merupakan fakta sejarah.


Sumber Referensi:
https://en.wikipedia.org/wiki/The_Merry_Adventures_of_Robin_Hood

Minggu, 18 Oktober 2020

Misteri Monster Yang Menjadi Pahlawan


MISTERI MONSTER YANG MENJADI PAHALAWAN UNTUK RAKYAT

Percayakah anda kalau Prince Vlad III yang lebih dikenal sebagai Vlad the impaler atau Count Dracula, yes the Dracula adalah pahlawan bagi bangsanya? dan ini bukan sekedar karangan karena pengaruh film terbaru yakni dracula the untold stories

mdoern portrait of vlad dracul
Potret sang pangeran dengan efek modern

Pangeran Vlad ke 3 adalah sosok nyata dalam sejarah yang bahkan tanpa kekuatan super atau sihir sekalipun mampu menahan serbuan kerajaan tetangganya yakni Ottoman yang jauh lebih besar. mirip dengan bagaimana 300 orang Sparta untuk beberapa waktu berhasil melawan pasukan Persia yang berkekuatan hampir seribu kali lipat.

Tidak dengan berubah menjadi monster, Vlad melakukannya dengan penggunaan taktik perang psikologis yang luar biasa brutal, di luar kewajaran dan sangat tidak manusiawi. dengan mempertontonkan siksaan terhadap tawanan yang dibiarkan mati dengan cara impaled (ditusuk batang kayu) di luar pintu kota atau tempat strategis lainnya sebagai peringatan bagi penyerang yang masuk ke wilayahnya.

Tontonan keji tersebut begitu memuakkan bahkan bagi prajurit Ottoman yang sudah kenyang perang sekalipun dan sering terlibat pembantaian di kota-kota yang mereka kuasai. sedemikian mengerikan sehingga para veteran sekalipun dibuat pucat dan mual melihatnya. karenanya jalannya perang menjadi tersendat dan terputus karena pemimpin militer banyak yang terganggu pikirannya dan harus beristirahat atau pulang.

Minggu, 04 Oktober 2020

Misteri Peperangan Samurai


Ternyata Samurai Berperang Tanpa Perlu Mencabut Pedangnya

Samurai begitu identik dengan pedang sampai-sampai sebutan yang sama menempel juga pada pedang yang mereka bawa. padahal Samurai adalah sebutan untuk kasta militer, sedangkan pedangnya bernama Katana atau Tachi. demikian juga sering terjadi salah paham mengenai Samurai dan pedangnya yang dianggap sebagai senjata utama atau senjata satu-satunya. padahal samurai memiliki banyak senjata lainnya.
samurai jaman dulu
Pemimpin Jepang kuno terlihat bersenjatakan pedang bersama dengan busur dan panah.

Pada era kuno dan awal sejarah Samurai, kebanyakan pertempuran dilakukan tanpa seorang kesatria perlu mencabut gagang pedangnya. sejarah mencatat sejak keluar dari jaman purbakala kaum pejuang di Jepang memiliki senjata andalan yakni busur dan panah. senjata ini dianggap ideal karena mampu menyerang lawan dari jarak jauh tanpa harus membahayakan diri sendiri. orang yang mampu menggunakan senjata ini dengan mahir akan sangat dihargai.

Inilah salah satu faktor lahirnya kaum Bushi yang menjadi cikal bakal kasta Samurai. faktor lainnya adalah budidaya kuda yang semakin berkembang sehingga membuat adanya 2 keahlian yang dianggap berharga bagi seorang kesatria, berkuda dan panahan. seorang yang mampu melakukan panahan dari atas kuda dinilai sebagai kesatria ideal. selama beberapa abad kaum Bushi berkuda dengan senjata panahan merajai konflik di seantero negeri Jepang.

Batasan populasi pada era kuno membuat konflik yang terjadi pada era tersebut hanya melibatkan sejumlah kecil prajurit. sekedar ratusan orang pada setiap kubu sehingga barisan infantri semacam phalanx menjadi kurang efektif. hal ini membuat kavaleri ringan kaum Bushi yang bersenjatakan busur-panah menjadi sangat efektif. ketika ini kaum Bushi tersebut mulai dikenal sebagai Samurai karena menerima perintah (menjadi abdi) dari penguasa lokal dan daerah.
samurai berkuda dengan busur dan panah
Seorang samurai di abad pertengahan dengan busur dan panah

Dalam pertempuran mobilitas dari kuda membuat mereka mampu menghampiri dan menyerang barisan lawan dengan mudah. infantri yang tidak seberapa besar hanya bisa membentuk formasi bundar dengan perisai kayu untuk bertahan dari serangan panah. para Samurai berkuda akan terus memberikan tekanan dengan memanah dan menunggang kuda semakin dekat dengan barisan infantri agar lawan terpancing mengejar mereka.

Prajurit pejalan kaki yang terpancing mengejar akan tewas dihabisi karena walaupun tampak tidak cepat tetapi kuda memiliki stamina yang jauh lebih baik. Samurai berkuda setelah menjaga jarak bisa menghadiahi pengejar mereka yang kelelahan dengan panah. ada nasihat kuno bahwa seorang pelari terbaik pun tidak akan mampu mengejar seekor kuda, bahkan pemain tombak dan pedang terbaik pun tidak bisa bergerak lebih cepat daripada anak panah.

Satu-satunya yang mampu menghadapi Samurai berkuda adalah sesamanya Samurai berkuda. dalam perang menang-kalah suatu pihak diputuskan oleh hasil duel panahan antar Samurai. kubu yang kehilangan pasukan berkudanya dipastikan menjadi pihak yang kalah karena infantri yang tersisa hanya akan menjadi korban dari tembakan panah para Samurai tanpa bisa balas menyerang. mundur pun tidak bisa karena terus dikejar dan ditembaki panah dari jauh.
yabusame
Olah raga panahan berkuda, Yabusame yang masih dilestarikan hingga zaman modern

Masa keemasan Samurai berkuda dengan busur dan panah berakhir seiringan dengan naiknya populasi. surplus pangan akibat dari reformasi pertanahan membuat banyak tenaga kerja yang bisa digunakan sebagai prajurit. ditambah lagi dengan membaiknya produktivitas lahan sehingga para tuan tanah atau Daimyo mampu memberi makan prajurit dalam jumlah besar. hal ini membuat jumlah pasukan dalam pertempuran membengkak dari ratusan hingga ribuan dan puluhan ribu.

Belasan ribu pasukan infantri bisa membentang luas seperti phalanx yunani sehingga mampu menghalangi gerak pasukan berkuda bagaikan tembok raksasa. mobilitas pasukan berkuda menjadi kurang berguna karena tidak bisa leluasa bergerak. pada periode ini mulai dikenal Samurai model lain yakni Samurai pejalan kaki. kasta kesatria berubah fungsi menjadi ahli pertempuran jarak dekat antar barisan infantri, tetapi senjata pilihan mereka bukanlah pedang.
 
Pada masa peperangan besar (Sengoku Jidai) yang menjadi senjata pilihan Samurai pejalan kaki adalah Yari atau tombak. bisa berjenis naginata khas Jepang dengan mata seperti pisau besar atau mata tombak model lainnya. tombak berguna untuk menghadang pasukan berkuda juga sangat efektif dalam pertempuran melawan sesama infantri. berbeda dengan bangsa lainnya di Jepang keterbatasan fisik dari kuda mereka membuat evolusi ke arah kavaleri berat tidak terjadi.
peragaan samurai di zaman modern
Samurai membawa tombak atau naginata sebagai senjata pegangan wajib

Tombak menjadi senjata pilihan karena memiliki jangkauan yang lebih daripada senjata sejenis pedang. tentu busur dan panah masih terus digunakan tetapi barisan infantri ketika itu sudah demikian rapat dan menggunakan pelindung kayu sehingga efektivitas dari anak panah merosot drastis. apalagi alat perlindungan pribadi semakin umum dan digunakan secara luas, ketika itu prajurit rendahan sekalipun sudah memiliki helm logam dan body armor.

Alasan lainnya adalah kekuatan dalam penggunaan tombak yang jauh lebih besar karena bisa digunakan dengan dua tangan secara maksimal. panjang batang tombak juga memberikan area kontrol yang lebih baik serta momentum yang lebih berisi daripada pedang. tombak juga berguna untuk menghalau musuh agar tidak mendekat sehingga apabila dikehendaki suatu formasi bisa bertahan tanpa personilnya harus terjebak dalam duel perorangan.

Lalu apakah pedang betul-betul tidak digunakan?

Pada jaman itu pedang berperan sebagai senjata perlindungan pribadi karena jarak jangkaunya yang begitu pendek. baik Katana ataupun Tachi baru digunakan ketika senjata lain sudah rusak (hilang) atau ada lawan yang berhasil mendekat sehingga tombak menjadi kurang berguna. pedang dinilai sebagai sebuah senjata darurat yang situasional, hanya ketika terdesak dan kegunaannya juga terbatas sehingga dalam pertempuran belum tentu digunakan.
samurai on turret using crossbow
Samurai menggunakan berbagai macam senjata, dari crossbow mekanis hingga batu sekalipun

Tidak hanya soal pedang yang bukan merupakan senjata utama ataupun senjata 1-1 nya bagi seorang Samurai, pada era yang sama mereka juga tidak memiliki aturan baku tentang senjata yang boleh atau tidak boleh digunakan. segala jenis senjata dari crossbow hingga meriam eropa sah-sah saja digunakan oleh mereka tanpa harus malu atau kehilangan kehormatan. kultus terhadap pedang baru terjadi di era keshogunan Tokugawa setelah peperangan berakhir.

Hal itupun lebih bersifat filosofis daripada praktis. disebabkan oleh masa damai yang membuat para Samurai menganggur akibatnya mereka berusaha mencari jadi diri sebagai pembenaran atas kehadirannya sebagai atasan dari kelas sosial lainnya. muncullah kode bushido yang menekankan pada kehormatan, kepatuhan, dan loyalitas yang membedakan mereka dari lapisan masyarakat lainnya. berujung pada tradisi seppuku atau harkiri daripada menanggung malu.

Pedang Katana menjadi simbol dari pemikiran tentang kehormatan tersebut. padahal sebelum era Tokugawa melarikan diri dari perang saja lumrah dilakukan oleh Samurai apabila perang tidak dapat dimenangkan. masih ada hari esok pikir mereka daripada mati konyol memaksakan perang yang sudah pasti kalah. tipu muslihat pun lumrah untuk dilakukan, boleh dibilang Samurai yang sebenarnya tidak terbelenggu oleh pemikiran konyol semacam itu.

Peperangan Samurai Tanpa Mencabut Pedangnya
Samurai Tanpa Mencabut Pedang

Minggu, 20 September 2020

Sejarah Romawi Yang Mengejutkan


Peradaban Awal Bangsa Romawi Dengan Bangsa Sparta Dan Persia Dimasa lalu

Jika kalin pernah menonton film "Sparta 300" yang mengalahkan Persia yang hampir 10x lipat dari pasukan Sparta, Lalun dimanakah bangsa Romawi dikala itu?. Inilah waktu yang tepat untuk menceritakan sejarah bangsa Romawi dimasa itu.

Ada suatu pemukiman kecil di sisi sungai Tiber yang subur namun penuh dengan nyamuk. jumlah penduduknya tidak besar dan kebanyakan berprofesi sebagai peternak atau peladang tradisional. hanya ada 2 hal yang mereka khawatirkan yakni serbuan orang barbar dari utara dan cuaca buruk yang mengganggu hasil panen. sekilas kampung bernama Roma tidak terlihat sebagai tempat berdirinya sebuah bangsa yang memiliki masa depan yang luar biasa.
Statue of Romulus Remus and the she wolf
Romulus dan Remus pendiri kota Roma dalam mitologi bangsa Romawi

Perbedaannya semakin nyata apabila dibandingkan dengan peradaban lain di sekitaran laut Mediterania. Kerajaan Mesir dan Persia sudah menikmati kebudayaan tinggi dan kompleks selama ribuan tahun dan menjadi superpower dunia kuno. tetangganya Yunani juga sudah berkembang pesat dengan pemikiran seperti demokrasi atau karya sastra sekelas Iliad. pada saat itu Romawi hanya bisa menjadi pengekor kerajaan yang lebih maju.

Ketika "300" Sparta bertahan dari serangan Persia di abad ke 5 BC, penduduk Roma masih sibuk melakukan perang antar petani dengan rebutan sapi sebagai hadiah. ketika Alexander the great berhasil mengalahkan Persia yang membawa pasukan nyaris 10x lebih besar darinya lalu melakukan ekspansi hingga ke India di abad ke 4 BC, kota Roma justru dihancurkan oleh invasi suku barbar yang masih dianggap primitif.

Bisa dikatakan Romawi bukan siapa-siapa pada waktu itu. jangankan meraih kegemilangan besar seperti raja Macedonia, sekedar melindungi diri melawan suku barbar saja tidak sanggup. tapi uniknya hanya dalam waktu 100 tahun Romawi menjelma menjadi superpower yang tiada bandingannya. potensi perkembangan dan kekuatan Romawi di segala bidang tampak tidak terbatas dan baru meredup ribuan tahun setelahnya.
the extent of Roman empire
Romawi di puncak kejayaannya pada abad ke 2 meliputi semua peradaban kuno di belahan bumi eropa

Lho kok bisa? bagaimana sebuah komunitas petani dan peternak yang terbelakang bisa tiba-tiba melompat menjadi sebuah kekuatan superpower?

Jawabnya akan terdengar sangat sederhana, yakni kewarganegaraan yang juga diberikan kepada bangsa asing yang menginginkannya.

Sejak awal berdirinya kota Roma psikis penduduknya sudah berbeda dengan bangsa lain di sekitarnya. apabila peradaban lain cenderung mengakui diri mereka sebagai pribumi atau penduduk asli dari suatu wilayah sejak diciptakan oleh dewa-dewa ribuan tahun lalu, orang Romawi tidak memiliki klaim atau pandangan yang sama mengenai asal usulnya dan wilayah yang ditempatinya.

Dalam mitologi Romulus dan Remus yang menjadi pendiri kota Roma dikisahkan sebagai anak-anak terbuang. hal yang sama terjadi pada klaim asal usul yang lebih romantis bahwa Romawi berasal dari garis keturunan penduduk kota Troya yang melarikan diri setelah kalah perang melawan Yunani. masyarakat Roma mempercayai bahwa mereka berasal dari kaum  terbuang, pelarian atau pengungsi yang mencoba bertahan hidup di tempat asing.

Karena itu walaupun pada awalnya Romawi mengikuti corak yunani dengan model kerajaan, tetapi kemudian secara natural mengubah diri dengan pemerintahan republik. mereka merasa pede dengan perbedaan yang mereka miliki dan menyadari betul bahwa nenek moyangnya adalah kaum terbuang sehingga Roma membuka diri terhadap semua orang yang bernasib sama yang hendak mencari tempat perlindungan dan membuka lembaran hidup baru. 

Rabu, 09 September 2020

Misteri Pasukan Keledai Marius

PASUKAN KELEDAI MARIUS

Kekurangan prajurit dan ancaman setengah juta orang barbar dari utara membuat Senat memilih Marius sebagai Konsul. permusuhan diantara mereka dikesampingkan demi kepentingan negara. apabila sebelumnya Marius selalu mengalami diskriminasi sebagai minoritas dan bukan orang asli Romawi, sekarang ia menerima dukungan penuh dari pemerintahan. Marius segera melakukan sebuah reformasi yang konsepnya sudah dimatangkan dalam perang Jugurtha.

painting of marius in rome with jugurtha
Marius di atas kereta kuda disambut dengan meriah, Jugurtha yang dikalahkan berjalan di depannya

Sebelumnya di padang Afrika Utara satu-satunya cara bagi Romawi untuk mengejar lawan mereka adalah dengan bertempur mengikuti cara orang Numidia. ia tinggalkan rombongan kereta logistik yang lamban dan memaksa pasukannya untuk bergerak berhari-hari hanya dengan bekal air dan roti yang bisa mereka bawa. gaya hidup nomaden membuat pasukannya mampu bergerak selincah Jugurtha dan karenanya mampu menjebak pasukan lawan berkali-kali.

Pelajaran pada perang terdahulu membuat Marius yakin untuk tidak mengandalkan kereta logistik yang membuat pergerakan pasukannya lamban. sebagai gantinya ia membuat pasukannya membawa semua hal yang mereka butuhkan sendiri di tubuh masing-masing prajurit. penggunaan hewan beban berkurang drastis dan legiuner dibiasakan membawa tas besar yang berisi bekal makanan, air minum, alat masak, selimut, peralatan tenda, baju ganti dan tombak ekstra.

Hal ini membuat pasukannya dijuluki sebagai Keledai Marius karena sebelumnya urusan membawa beban adalah pekerjaan keledai. tetapi Marius tidak bergeming bahkan ketika prajuritnya mengeluh. ia melatih mereka dengan keras agar terbiasa membawa beban tersebut dengan berjalan hingga 30 km dalam sehari. hal ini membuat pergerakan pasukannya lincah dan tidak bergantung dengan prasarana jalan serta pengamanan yang dibutuhkan untuk kereta logistik.

Reformasi juga menyentuh sistem atau formasi manipular Romawi. pembagian barisan menjadi hastati, principes, triarii seringkali menimbulkan celah yang dieksploitasi lawan. selain itu sistem ini memiliki perbedaan kemampuan antar barisan dan sangat bergantung dengan mekanisme pergantian barisan. ketika menghadapi lawan yang lebih agresif formasi ini terkadang berantakan sehingga tidak mampu melakukan pergantian barisan.
manipular formation
Salah satu formasi dasar manipular, perhatikan gap atau ruang kosong diantara barisan sebagai ruang gerak

Padahal keunggulan dari manipular adalah sinergi antar ketiga barisan utama ditambah dengan infantri ringan. velites (infantri ringan) menjadi provokator dengan melempar lembing, panah atau ketapel. setelah lawan menyerang maka valites akan akan mundur ke dalam formasi dan lawan akan berhadapan dengan barisan hastati. terdiri dari prajurit muda yang bersemangat yang mampu menguras tenaga lawan dalam adu dorong, adu teriak dan adu senjata.

Hastati dilengkapi dengan perlengkapan tempur yang ringan sehingga tidak mudah lelah dan bisa mundur dengan cepat. mundurnya hastati dengan segera akan digantikan oleh barisan principes. terdiri dari para prajurit veteran yang bersenjata dan berpelindung lengkap. mereka adalah komponen terbesar dalam pasukan Romawi dan merupakan inti dari kekuatan tempurnya. serangan principes diharapkan dapat memukul barisan lawan yang sudah keletihan.

Apabila perlawanan masih alot maka principes bisa mundur dan digantikan oleh barisan ketiga yakni triarii. barisan ketiga bukan pemain cadangan tetapi merupakan pasukan elit Romawi terdiri dari veteran berbagai pertempuran yang sudah kenyang makan asam garam dunia kemiliteran. secara individu maupun kolektif kemampuan tempur mereka jauh di atas rata-rata. pengalaman mereka bisa membuat lawan terkejut dengan keahlian bertarung yang tidak biasa.

Hal ini memberi waktu bagi principes untuk bernafas karena walaupun hebat tetapi barisan triarii sudah berumur sehingga staminanya tidak lagi sebaik anak muda. pada kondisi ideal lawan akan patah semangat ketika menghadapi triarii yang segar dan mematikan sehingga melarikan diri. mereka akan dikejar oleh hastati serta velites untuk mencegah regrouping di pihak lawan. sistem ini tampak canggih tetapi terlalu mengandalkan pada keutuhan formasi .
how maniple formation works
Bagaimana sistem manipular bekerja untuk membuka celah ketika melawan formasi phalanx yunani

Apabila digunakan melawan phalanx ala yunani di tanah lapang dan datar tentu formasi semacam ini bisa bertahan dan berfungsi secara optimal. namun melawan Hannibal, Jugurtha ataupun Cimbri yang jauh lebih agresif dan bertempo cepat, formasi Romawi seringkali terjepit dan hancur tanpa mampu melakukan mekanisme pergantian barisan secara optimal. akibatnya ribuan prajurit di dalamnya tidak mampu bertempur secara layak dan jumlah mereka hanya menjadi beban.

Diawali dengan barisan velites yang segera lari karena lawan langsung menyerbu dengan cepat. mereka tidak bisa menggunakan senjata lempar mereka dengan optimal. lalu hastati langsung adu bentrok dengan garis depan lawan yang memiliki kemampun individu dan pengalaman di atas mereka sehingga dengan mudah kewalahan. mereka bisa mundur tetapi dihantam dan dikejar sedemikian rupa sehingga principes yang menggantikan tidak memiliki ruang gerak.

Bukannya pergantian, yang terjadi adalah barisan hastati didorong mundur kemudian terjepit oleh principes yang tidak bisa mengambil alih pertempuran karena rusaknya formasi. keduanya kemudian didesak tanpa mampu melakukan perlawanan efektif karena terlalu rapat tanpa ruang untuk bertempur. akibatnya barisan terdepan kelelahan tetapi tidak bisa mundur, banyak yang tewas sementara yang di belakangnya hanya bisa melihat sambil berdesak-desakan.

Barisan ketiga yakni triarii pun ketika maju untuk menyelamatkan inti pasukan terpaksa berdesak-desakkan sehingga sudah keletihan sebelum menghadapi lawan. akibatnya performanya melorot drastis dan tidak bisa memberikan waktu yang cukup bagi principes untuk beristirahat, terkadang mereka justru terjebak bersama-sama dengan velites dan hastati yang tidak berani bergerak ke luar formasi karena desakan lawan dari segala sudut.

Kelemahan ini diketahui oleh para veteran dan mereka sudah merumuskan beberapa ide namun tidak ada yang berani mengambil risiko melawan tradisi. Marius menjadi pelopor dengan mengajukan sistem baru yang akan menggantikan sistem manipular. dinamakan sistem cohort yang jauh lebih simple dan lincah karena tidak tergantung dengan mekanisme pergantian barisan. 100 prajurit membentuk centuria. 6 centuria membentuk sebuah cohort (600 orang).
legion diagram with its cohorts
Formasi legion setelah Marius lebih simple dan tiap cohort mampu bertempur secara mandiri

Sepuluh cohort membentuk satu Legion, dengan perhitungan 10 cohort x 6 centuria x 100 orang didapatkan 6000 prajurit. tidak hanya soal formasi kali ini untuk pertama kalinya semua prajurit Romawi diberikan latihan dan peralatan yang sama. hal ini membuat keahlian tempur setiap prajurit seragam. untuk kemudahan komando setiap cohort diberikan panji mereka sendiri yang memudahkan anggotanya untuk mengetahui dimana posisi mereka seharusnya berada.

Selain dari mengetahui posisi yang diinginkan oleh komandannya, panji tersebut juga berguna sebagai rallying point ketika terdesak. dalam pertempuran yang sengit dimana cohort mereka tampak berantakan dan kehilangan kohesi maka setiap anggotanya akan berusaha berkumpul di sekitar panji tersebut untuk membentuk barisan dan kembali bertahan. di sana terdapat para senior dan perwira menengah yang mampu melakukan perubahan taktik dan memompa semangat.

Ke 10 cohort itu sendiri berpedoman pada satu panji legion yang dinamakan aquila yang berarti elang. kemanapun elang tersebut bergerak maka ke 10 cohort berkekuatan 6000 orang akan selalu mengikuti. dalam perang ketika panji tersebut tidak bergerak maka setiap cohort paham bahwa mereka diharapkan terus bertahan. ketika cohort mereka hancur sekalipun mereka yang tersisi akan berkumpul kembali di sekitar aquila untuk membentuk lapisan pertahanan selanjutnya.

Bukan sekedar cari selamat, cohort pertama penjaga Aquila memang berkekuatan double dari cohort pada umumnya. mereka juga berisi pasukan terbaik dari seluruh legion dan yang terpenting pemimpin legion ada di sana sehingga mampu melakukan perubahan strategi yang dibutuhkan. dengan kekuatan extra, prajurit terbaik dan komando yang utuh maka mereka memiliki kemampuan untuk membalik keadaan atau setidaknya mampu mundur secara teratur.

Dalam keadaan gawat sekalipun semua anggota cohort akan berusaha bertahan, tidak melarikan diri secara sporadis karena diajarkan bahwa aquila merupakan simbol kehormatan setiap legion. kehilangan aquila akan membuat prajurit veteran yang selamat sekalipun belum tentu diterima atau dihormati oleh prajurit legion lainnya. bukan hanya urusan malu dan penolakan semata tetapi hal ini juga tercermin pada bayaran dan jatah makan yang mereka terima.
roman aquila, signum
Aquila (elang) menjadi sentral komando Legion, di kanan adalah panji (signum) Cohort Pertama

Anggota legion yang kehilangan aquilanya akan diperlakukan sebagai prajurit kelas 2 dengan makanan yang buruk dan bayaran yang jauh lebih miris. mereka ataupun pemerintah Romawi hanya dapat menebusnya dengan merebut kembali aquila tersebut dari tangan musuh. apabila pada perang berikutnya aquila tersebut tidak dapat dirampas kembali maka legion naas tersebut lumrah mendapat tugas menjaga daerah terasing yang paling tidak nyaman dan terlantar.

Masalah kehormatan, bayaran, makanan dan masa depan membuat seluruh 6000 anggota legion termotivasi untuk bertempur secara maksimal. walaupun dalam situasi terdesak tetapi mereka diharapkan mampu mundur secara teratur dengan aquilanya. bagi komando pusat hal ini berarti setiap legion tanpa diperintah mampu bertempur secara maksimal dan mundur apabila terpaksa sehingga mencegah pelarian masal yang bisa membuat gentar legion lainnya.

Sistem Cohort meringankan beban komando pusat dengan membuat setiap legion lebih mandiri. apalagi jumlah 600 prajurit di tiap cohort membuatnya memiliki man power yang cukup untuk menghadapi serangan dari depan dan kedua sisi sekaligus. serangan melambung lawan pada sisi kanan/ kiri yang dahulu begitu mematikan sekarang dapat diserap dan di counter dengan baik karena kesamaan kemampuan prajurit di depan, tengah, belakang ataupun sisi samping.

Arsitektur cohort yang dibuat mampu independen membuat penggunaannya lebih luwes. ke 10 Cohort bisa dibagi untuk tugas yang berlainan tanpa harus kehilangan kohesi atau kemampuan tempurnya secara tidak proporsional. beberapa legion dapat dilebur menjadi satu kesatuan besar atau satu legion dapat membelah diri menjadi banyak cohort untuk menjebak lawan. hal ini dapat dilakukan dengan mudah tanpa harus kehilangan elemen penggebuk atau bertahan.

Apalagi kerusakan di satu cohort tidak berdampak pada kekuatan tempur ataupun moril dari cohort lainnya. setiap cohort juga mampu melakukan rotasi satuan yang letih tanpa harus merusak keseluruhan formasi tempur, hal ini diputuskan oleh kepala cohort secara mandiri. demikian juga legion dapat melakukan hal yang sama pada cohort yang keletihan. hal ini membuat keletihan perang dapat terbagi secara merata sehingga rasio keselamatan semakin membaik.

Bisa dikatakan militer Romawi yang baru lebih siap dan fleksibel untuk segala jenis perang baik yang bertempo cepat agresif maupun yang lambat dan cenderung pasif bertahan. sekarang mereka mampu marching secara kilat, melakukan serangan dadakan, membuat tipuan dan juga jebakan dalam pertempuran. sesuatu yang sulit mereka lakukan sebelumnya. hal ini membuka banyak kesempatan bagi sang Konsul agar dapat mengalahkan lawan yang berjumlah lebih besar.
african men as legionary in marius era
Pasukan Romawi setelah reformasi betul-betul berasal dari berbagai lapisan masyarakat dan latar belakang

Tentu semua hal di atas hanya berguna apabila Romawi memiliki prajurit yang cukup untuk mengisi legion-legion miliknya. pada waktu itu populasi mereka belum pulih setelah puluhan tahun terlibat dalam perang Punic 1, 2 dan 3 yang ditebus dengan pengorbanan 1/2 juta prajurit. lalu banyak perang lainnya seperti Jugurtha dan kekalahan besar di Noreia dan Arausio yang mengorbankan 100 ribu jiwa. memahami hal ini Marius melonggarkan syarat masuk keprajuritan.

Hal ini nantinya disebut sebagai faktor terpenting dalam Reformasi Marius dimana syarat harus memiliki sebidang tanah agar dapat menjadi prajurit dihapuskan. sekarang semua warga Romawi dari berbagai lapisan sosial bisa ikut serta menjadi prajurit. tidak hanya meniadakan syarat kepemilikan lahan, Marius justru  menjanjikan sebidang tanah kepada mereka agar setiap prajurit yang pensiun bisa hidup layak sebagai warga kelas menengah.

Selain menambah penduduk yang bisa direkrut, Marius juga berniat mencari calon prajurit yang secara fisik dan mental mampu tetapi terhalang oleh syarat kepemilikan tanah dan tidak mampu membeli perlengkapannya sendiri. dengan reformasi ini mereka diberikan peralatan oleh negara selama masa tugas. hal ini membuat banyak kaum menegah bawah yang bisa masuk ke dalam keprajuritan sehingga membuat pasukan Romawi lebih tahan banting.

Peralatan tempur juga distandarkan sehingga setiap infantri atau legiuner entah tua, muda, berpengalaman atau tidak, anak pejabat atau bukan semua tetap menggunakan perlindungan dan senjata yang seragam kualitasnya. pedang Gladius bermata 2 ala Hispania menjadi senjata standar, lalu Scutum yakni perisai besar berbentuk oval yang khas, helm perunggu, armor Lorica Hamata (ringmail) yang terkenal unggul, dan beberapa buah Pillum atau lembing lempar infantri.
legionaries drinking after battle
Kemampuan legiuner dalam membawa perlengkapan menjadi pelajaran bagi prajurit modern

Semua hal di atas membuat pasukan Marius lebih profesional daripada citizen-soldier yang biasa digelar. sebisa mungkin ia buat mereka layaknya prajurit karier dengan kesempatan berdinas ulang hingga usia pensiun sejauh yang dimungkinkan oleh konstitusi Romawi. hal ini bertujuan untuk menjaga kemampuan pasukannya agar tidak hilang seiringan dengan berakhirnya masa dinas. Marius sendiri hidup di tengah-tengah mereka sebagai penyemangat.

Dengan cepat Marius merebut hati prajurit baru, sebagai Konsul ia makan, tidur, dan bekerja bersama mereka. bahkan ia ikut serta dalam berbagai kegiatan kasar seperti menggali parit atau mendirikan tembok. metode leading by example membuat pasukannya rela mematuhi komandonya. rakyat Roma dibuat kagum melihat pasukan Romawi hasil reformasi yang jarang mengeluh ketika diminta bekerja keras sehingga memberikan julukan baru Keledai Bisu Marius.

Hal yang sangat mengesankan karena citizen-soldier Romawi sebelumnya terkenal berisik dan tidak memiliki disiplin sebaik pasukan kerajaan yang tunduk terhadap jendral atau raja mereka. pasukan Romawi dikenal banyak mengeluh karena merasa sebagai warga yang menghabiskan masa dinas dan bukan prajurit beneran. hal ini diperparah dengan hak berpolitik sehingga di camp militer sekalipun mereka bisa demo dan membangkang terhadap keputusan pimpinan.

Selagi Marius sibuk melatih pasukannya, pasukan besar Cimbri ternyata mengarah ke barat dan berperang melawan orang Gallia. mereka merasa bahwa suku lain lebih mudah untuk ditaklukan daripada Romawi. perubahan ini membuat Marius memiliki waktu yang cukup untuk bersiap. satu tahun lewat, dua tahun lewat dan belum terjadi apa-apa. selama itu Marius terus terpilih sebagai Konsul karena mampu menjaga dukungan terhadap dirinya.

Baik warga Roma ataupun pasukannya tetap mempercayainya dan reformasi yang dijalankannya. mereka berharap semua itu mampu untuk membendung suku Cimbri ketika saatnya tiba. akhirnya pada tahun ke 3 Marius mendapat kabar yang ia tunggu. pasukan Cimbri kembali bergerak. benar saja kali ini mereka mengarah ke dataran italia. perang penentuan nasib Republik Romawi akan segera dimulai dengan Marius dan keledai bisunya sebagai ujung tombak.

Peperanganpun tidak bisa dihindari, dalam beberapa catatan kuno, peperangan terakhir dengan suku Cimbri adalah ketika menyaksikan suku Cimbri melakukan bunuh diri masal untuk menghindari pasukan romawi. Suku Cimbri lebih memilih mati daripada tertangkap oleh romawi. Walaupun suku cimbri tertangkap sekitar 60 ribu orang , namun jumlah yang bunuh diri adalah 2 kali lipat dari mereka.

Marius Pulang dengan kemenangan besar Romawi.